Yang dipilih dipelihara kuasa Allah

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content

Yang dipilih dipelihara kuasa Allah

Persekutuan Indonesia Riverside
Published by Stanley Pouw in 2010 · 17 January 2010

“3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, 4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. 5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.”

Tidak ada perintah-perintah di 12 ayat pertama surat ini. Tidak ada tuntutan-tuntutan atau persyaratan-persyaratan atau pengarahan. Petrus disini bukan mengajarkan apa yang kita harus lakukan melainkan Petrus memberi tahu apa yang kita harus menikmati. Dia tidak mendesak, dia memuji.

Kita melihat minggu kemarin di ayat 3 dimana Petrus tidak mulai ayat ini dengan perintah- perintah atau instruksi, akan tetapi dengan memuji dan menyembah, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus!” Tujuannya adalah untuk mengerakkan kita memuji Allah. Untuk memperlihatkan bahwa Allah adalah nilai terbesar di dunia.

Dia mulai dengan memuji dan menghormati Allah. Dan Allah adalah pusat pembicaraannya di ayat-ayat 3 dan 4. Allah rahmat-Nya besar sekali. Allah menyebabkan kita lahir kembali. Allah memberikan kita pengharapan yang hidup. Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Allah menjanjikan kita warisan yang tidak dapat binasa. Dan Allah menyimpan warisan itu sehingga tidak binasa, cemar atau layu.

Namun kita berhenti di ayat 4 minggu kemarin. Alasannya kita berhenti adalah karena ayat 5 ini memerlukan khotbahnya tersendiri. Mungkin Anda percaya kebenaran besar tentang Allah di ayat 3 dan 4 namun tetap kuatir tentang salah satu bahaya penting yang belum tercakup disini, setidaknya tidak secara eksplisit.

Anda mungkin tahu Allah adalah penyebab Anda lahir baru. Anda mungkin tahu Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Anda mungkin tahu bahwa Allah menyimpan warisan Anda di surga sehingga tidak binasa. Dengan kata lain, Anda tahu pekerjaan Allah dimasa lalu dan Anda tahu pekerjaan Allah dimasa depan dengan memberikan Anda warisan.

Tetapi bagaimana dengan keadaan sekarang? Bagaimana dengan waktu diantara kelahiran baru dan penyelamatan akhir? Bagaimana semua masalah pencobaan, tekanan, kelelahan, penganiayaan, frustrasi, penderitaan, kebingungan, ketakutan dan perangkap-perangkap berbeda yang kita alami sekarang? Apakah Allah melakukan sesuatu tentang masalah itu?

Apakah Dia mengirim Anak-Nya untuk mati bagi dosa-dosa kita, dan membangkitkan-Nya dari kematian untuk hidup kekal, dan menyebabkan kita lahir kembali, dan setelah itu berdiri dari jauh untuk melihat saja apakah kita akan masuk surga? Petrus tidak membiarkan pertanyaan itu tanpa jawaban. Dia memberikan jawaban jelas dalam ayat 5 secara eksplisit.

Mereka yang telah lahir baru sedang “dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu, sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” Itulah jawaban Petrus. Allah tidak berdiam saja setelah Dia menyebabkan kita lahir baru. Dia memakai kuasa ilahi-Nya untuk memelihara kita sepanyang hidup kita untuk “keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.”

Petrus mengajarkan kita bahwa Tuhan ingin umat-Nya merasa sangat aman di dalam Dia. Dia ingin kita yakin bahwa Allah sendiri sudah melakukan semuanya yang harus dilakukan untuk menjamin keselamatan akhir yang kekal.

Gambarkan itu seperti ini. Keselamatan Anda seperti rantai yang meluas kebelakang sampai ke abadian dan kedepan sampai ke abadian. Rantai ini tidak mungkin dipatahkan. Dan dimanapun Anda melihat Anda mendapatkan bagian–bagian rantai itu yang dibikin Allah sendiri.

Jika Anda melihat kebelakang sejauh mungkin sampai ke abadian, Anda akan menemukan pemilihan, 1 Petrus 1:1-2: “kepada orang asing yang dipilih.” “Sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan,” kata Paulus di 2 Tesalonika 2:13.

Jika Anda melihat kedepan rantai keselamatan ini sejauh mungkin sampai keabadian, Anda dapat melihat suatu warisan (sesuai ayat 4) yang disimpan Allah bagi Anda dan karena itu tidak dapat binasa, tidak dapat cemar dan tidak dapat layu. Allah mengambil alih keselamatan Anda dari permulaan sebelum Anda berada, dan Allah menjamin tujuan itu sebelum Anda sampai disana di masa depan.

Jika Anda melihat ke belakang pada rantai keselamatan ini dua ribu tahun, Anda akan menemukan Allah yang mengirim Anak-nya Yesus untuk menumpahkan darah-Nya bagi dosa- dosa Anda (percikan darah-Nya ayat 2). Dan setelah itu Anda akan melihat Yesus dibangkitkan- Nya dari kematian untuk mengalahkan maut dan memberikan Anda pengharapan (ayat 3).

Jika Anda melihat kebelakang satu atau dua atau duapuluh atau tujuhpuluh tahun sebagai seorang percaya, Anda akan melihat suatu bagian rantai yang besar yang dinamakan “lahir baru”, dan Anda melihat dari ayat 3 bahwa bagian ini bukan diciptakan Anda melainkan diciptakan Allah. “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali.”

Dan jika Anda melihat rantai keselamatan sedang di bikin hari ini juga di dalam hidup Anda, apakah yang terlihat? Jika Anda melihat rantai itu yang menghubungkan kelahiran baru Anda di masa lalu dengan warisanmu di masa depan, apakah yang terlihat?

Saya harap Anda tidak melihat gambaran seperti ini. Seorang Kristen yang berjalan ditepi jurang yang besar yang dia perlu menyeberang untuk sampai ke surga, berpegangan pada satu ujung rantai dari masa lalu. Dan setelah itu hari demi hari dia menciptakan koneksi kesetiaan sendiri sebaik mungkin supaya nanti dia dapat mencoba untuk berkoneksi dengan rantai surga yang menggantung dari tebing tinggi di sisi lain.

Namun dia tidak pernah yakin dia dapat membangun koneksi itu cukup baik atau kekuatannya cukup untuk menyelesaikan rantai itu. Dengan kata lain, saya harap Anda tidak memiliki gambaran rantai keselamatan itu seperti sesuatu yang tidak aman dan yang bisa saja menyebabkan iman kita menghilang dan yang menjatuhkan kita dalam kebinasaan.

Gambaran lain yang saya harap Anda juga tidak memiliki, keliru dalam arah yang berlawanan. Disini seorang Kristen juga berjalan ditepi jurang yang besar yang dia perlu menyeberang berpegangan pada satu ujung rantai keselamatan masa lalu. Dan dia juga mencoba menciptakan koneksi kesetiaan supaya nanti dia dapat berkoneksi dengan rantai surga di sisi lain.

Namun dalam gambaran ini orang Kristen itu ada sabuk pengamannya di pinggang terikat pada rantai surga di sisi lain itu supaya jika dia melepaskan rantai masa lalu itu dan berhenti menciptakan koneksi-koneksi iman, dia tidak akan jatuh binasa melainkan ditarik ke surga dengan jalan lain dan bukan dengan rantai itu.

Dalam gambaran pertama, orang percaya itu tidak memiliki keamanan atau keyakinan bahwa ia akan masuk surga. Dalam gambaran kedua orang percaya itu mempunyai keamanan di tempat yang salah, suatu jaminan kekal otomatis yang dapat memasukkan Anda ke surga dengan jalan lain dan bukan melalui rantai keselamatan Allah yang diterangkan di dalam Firman-Nya.

Ayat 5 mengatakan, “kamu dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” Sekarang gambaran yang mana kelihatan dari rantai keselamatan dalam ayat itu?

Ditengah-tengah jurang yang begitu dalam sehingga tidak terlihat dasarnya berdirilah Allah yang Mahakuasa. Dan di dalam tangan kanan-Nya Dia memegang rantai keselamatan yang datang dari masa lalu yang menghubungkan kita dengan pilihan Allah, kematian Yesus, kebangkitan- Nya dan kelahiran baru saya.

Dan di dalam tangan kiri-Nya Dia memegang rantai surga supaya dihubungkan nanti dengan hidup saya. Dan dengan kuasa pemeliharaan-Nya Dia menciptakan bagian-bagian rantai iman yang diperlukan di dalam kita sekarang yang akan membuat rantai yang cukup panjang untuk terhubung dengan benar ke rantai surga.

Perbedaannya adalah bahwa Allah sendiri memegang rantai itu dan menciptakan bagian-bagian rantai itu dengan kekuatan sempurna. Kita yang harus melakukan perbuatan-perbuatan iman, rantai keselamatan sedang dibikin di dalam hidup kita, namun menurut Filipi 2:13, “Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.”

Sekarang mari kita membandingkannya dengan ayat 5, “kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” Keselamatan itu tersedia. Kita telah diselamatkan, namun keselamatan kita masih belum lengkap.

Masih ada warisan yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu yang masih belum dialami (1:13; 4:13; 5:10). Kita masih belum menyebrang jurang. Masih ada bahaya di perjalanan kepada keselamatan di surga.

Kita masih perlu perlindungan terus-menerus setelah konversi kami. Keamanan kita tidak berarti kita bebas. Masih ada pertempuran yang harus kita jalankan. Dan di dalam pertempuran ini kita butuh perlindungan dan pertolongan melampaui apa yang ada pada diri kita sendiri.

Perlindungan kita datang dari kuasa Allah, “Kita dipelihara dalam kekuatan Allah.” Di dalam ayat 3 kita melihat Allah menyebabkan kelahiran baru dan di ayat 5 kita melihat Allah melindungi umat-Nya sepanjang jalan ke surga.

Jadi keamanan kita bukan berarti tidak ada peperangan, atau kita tidak perlu memenangkannya, akan tetapi ini berarti Allah akan berperang untuk kita dengan keterampilan sempurna dan kekuatan mahakuasa. Dan caranya Allah memakai untuk melindungi kita adalah iman. “kamu dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu.”

Sekarang coba pikirkanlah hal ini bersama saya sebentar. Allah melindungi kita dari bahaya apa? Maksudku, pada akhirnya apakah yang sanggup menghalang kita dari keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir?

Kematian tidak akan menghalang kita dari keselamatan. Malah kita langsung masuk surga. Jadi kita tidak perlu dilindungi dari hal itu. Penderitaan tidak akan menghalang kita ke surga. Ayat-ayat 6-7 mengatakan bahwa penderitaan akan memurnikan iman kita, jadi kita tidak perlu dilindungi dari hal itu juga.

Memang benar kita perlu perlindungan dari Iblis yang “berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Petrus 5:8). Dan kita perlu perlindungan dari godaan luar biasa dan dari keinginan-keinginan daging kita yang berjuang melawan jiwa (2:11). Jadi kita harus berdoa “janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat” (Matius 6:13).

Tetapi mengapa? Apakah kerusakan terbesar yang dapat dilakukan musuh itu? Apakah ada satu hal yang dapat memotong kita dari surga? Jawabannya adalah iya, ketidakpercayaan, tidak berharap kepada Tuhan. Tidak “hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20)

Jadi apakah artinya ayat 5, pada saat mengatakan “kamu dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu?” Artinya kuasa Allah melindungi kita dalam menjaga keselamatan oleh iman kita. Satu-satunya hal yang dapat menghalang kita masuk surga adalah melepaskan iman kita kepada Kristus dan berpaling kepada harapan lain.

Jadi untuk melindungi kita Allah mencegah itu terjadi. Dia mengilhami dan memelihara dan memperkuat dan membangun iman kita. Dan dalam melakukan ini ia akan mengamankan kita terhadap satu-satunya hal yang bisa menghancurkan kita; yaitu ketidakpercayaan dan kekurang kepercayaan pada Tuhan.

Ini sangat berbeda dengan jaminan dari sabuk pengaman. Ada beberapa orang yang berpikir karena mereka telah mengalami sesuatu di masa lalu, mereka memiliki sabuk pengaman dan tidak perlu lagi membangun bagian rantai iman itu, dan mereka bisa saja masuk kedalam jurang dosa dan ketidakpercayaan, dan dapat mengayun saja masuk ke tanah perjanjian.

Yah, tidak ada sabuk pengaman itu. Hanya ada satu jalan masuk ke surga: yaitu jalan iman yang bertekun. Karena itulah ayat 5 sangat penting. Keamanan kita bukan karena surga telah dipastikan tanpa persyaratan. Keamanan kita lerletak dalam komitmen Allah yang sempurna untuk memenuhi segala persayaratan surga di dalam kita.

Marilah kita melihat pengalaman Petrus yang mengajarkan pelajaran ini sangat kuat. Pada malam Petrus mengkhianati Yesus, Tuhan mengatakan kepadanya di Lukas 22:31-32, “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum (dengan kata lain untuk menekan Petrus melalui saringan godaan untuk mengeluarkan imannya), 32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."

Yesus berdoa supaya iman Petrus tidak gagal sepenuhnya. Karena itulah Petrus menangis dengan sedihnya (Lukas 22:62) dan berbalik dari dosanya. Namun kepada siapakah Yesus berdoa? Kepada Allah, Bapa-Nya. Dan apa yang dia minta Tuhan lakukan? Dia minta supaya janganlah iman Petrus gagal.

Jadi siapakah yang membangun bagian rantai iman Petrus pada malam yang mengecewakan itu? Allah yang melakukan itu. Dan siapakah yang membawa dia kembali dari tepi ketidakpercayaan dan memberikannya air mata penyesalan? Allah yang melakukan itu. Dan Petrus tahu dari pengalamannya sendiri bahwa itu benar.

Rantai keselamatan adalah suatu rantai yang dibentuk Allah. Dan karena itu sangat mulia dan sangat aman. Kita memiliki Allah yang besar dan keselamatan kita sangat besar. Untuk melihat lebih banyak tentang kekuatan pemeliharaan Allah dalam kehidupan seseorang yang percaya perhatikanlah ayat-ayat berikut:

1 Petrus 5:10, “Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.”

1 Korintus 1:8-9, “Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. 9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.”

Filipi 1:6, “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.”

2 Timotius 1:12, “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.”

Yohanes 10:27-30, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, 28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. 29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. 30 Aku dan Bapa adalah satu.”

Mereka yang lahir baru dari Allah, “dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu, yang dipelihara Allah, sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” Dia menyebabkan kita lahir baru dengan menciptakan iman kita, dan Dia melindungi kita dalam perjalanan kita ke surga dengan memelihara iman kita itu. Amin!



JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (720) 338-2434
Email Address: Click here
Back to content