Kesaksian Musa dan para Nabi
Published by Stanley Pouw in 2009 · 13 December 2009
Kita teruskan dengan pertanyaan bagaimana mempersiapkan diri? Apakah yang harus terjadi di dalam hati kita untuk menerima Kristus yang sesungguhnya? Supaya menerima Kristus, Allah Bapa harus memberikan kita kebenaran dan keindahan Anak-Nya dan sesuatu harus terjadi di dalam keinginan kita.
Dari Yohanes 7:17 kita melihat bahwa untuk menerima-Nya, ada sesuatu yang harus terjadi terhadap keinginan kita supaya kita ingin kehendak Tuhan, “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.”
Khususnya, keinginan kita harus dibebaskan segala hasrat untuk mencari pujian dan persetujuan manusia. Dari pada itu keinginan kita harus berkenan kepada kemuliaan Allah. inilah yang dimaksud Yohanes 5:44, “Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?”
Untuk mengenali dan menerima Yesus yang tulen, kita harus memiliki keinginan yang sama dengan keinginan Allah, yaitu untuk mengejar kemuliaan Allah lebih dari segala kesenangan hidup ini. Sekarang ayat–ayat malam ini mengajarkan kita satu jawaban yang lain terhadap pertanyaan, “Bagaimana hati kita dipersiapkan untuk Yesus yang sesungguhnya?”
Di Lukas 16 Yesus sedang berbicara dengan orang-orang Farisi yang sangat pecinta uang. Perhatikanlah ayat 14, “Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.” Dia baru memberikan mereka perumpamaan di ayat 1-13 tentang bendahara yang tidak jujur itu. Intinya perumpamaan itu adalah caranya kita memakai uang itu (disebutnya ‘mamon yang tidak jujur’) bisa membuat atau menghancurkan masa depan kekal kita.
Memiliki uang di dunia ini adalah suatu uji coba. Ayat 9 mengatakan, “Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." Dengan kata lain, pakailah uang Anda untuk menolong orang-orang Kristen yang menjadi teman-teman sejati Anda karena uang itu pasti akan gagal bagi Anda. Dan setelah itu menghilang paling tidak masih ada banyak teman disurga yang menunggukan Anda.
Dan apakah Anda akan pergi ke surga akan tergantung, setidaknya sebagian, pada bagaimana Anda menggunakan uang untuk memajukan Kristus dalam kehidupan orang lain, atau apakah Anda mempergunakannya hanya untuk meningkatkan kenyamanan Anda dan simbol status Anda. Inilah maknanya ayat 11, “jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?”
Dengan kata lain, memiliki uang di dunia ini adalah suatu ujian coba untuk keabadian. Apakah Anda dapat lulus ujian kesetiaan dengan keuangan Anda? Apakah Anda memakainya untuk membuktikan layaknya Allah dan suka citanya dalam mendukung keinginan-Nya? Atau Anda membuktikan dengan cara Anda memakai uang itu bahwa yang paling dipentingkan adalah harta milik dan bukan Tuhan?
Pencemoohan orang-orang Farisi. Ayat 14 mengatakan, “Semuanya itu didengar oleh orang- orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.” Kristus telah menyentuh saraf mentah dalam hidup mereka. Di balik semua kepura-puraan agama mereka suka uang. Tuhan Yesus melihat itu dan menuduh mereka. Jadi apakah artinya pencemoohan mereka?
Ayat 15 memberikan kita arti sebenarnya dari kelakuan mereka: mereka mencoba untuk membenarkan diri. Daripada pertobatan, yang membuka jalan untuk menerima Yesus sesungguhnya, guru kebenaran radikal, orang-orang Farisi hanya ingin membenarkan diri dengan mencoba membuat Yesus tampak bodoh dengan pencemoohan mereka.
Jadi sekarang kita belajar sesuatu di bab injil Lukas ini. Marilah kita menguji hal ini lebih lanjut. Sampai sekarang kelihatannya cinta uang itu merupakan halangan besar untuk menerima Yesus sesungguhnya. Jadi persiapan yang diperlukan untuk menerima Yesus sesungguhnya adalah sesuatu yang membebasakn kita dari cinta uang ini.
Marilah kita sekarang mempelajari Lukas 16:19-31, "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. 20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, 21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. 22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. 23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. 24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. 25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. 26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. 27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, 28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. 29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. 30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. 31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
Ayat 19 memberikan kita seseorang yang kaya yang memakai uangnya untuk membeli pakaian yang paling mahal dan makanan yang paling baik di mejanya setiap hari, “selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.”
Didalam ayat-ayat 20-21 kita bertemu dengan seseorang miskin yang badannya penuh borok. Dia berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu supaya kelihatan setiap hari pada waktu orang kaya keluar dan masuk. Dan keinginannya hanya untuk makan sisa makanannya yang ada di meja itu. Dan dia begitu sakit sampai anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Dan di ayat 22 akhir yang tidak dapat ditolak datang untuk keduanya, dan itu akan terjadi untuk kita juga, mereka meninggal. Orang yang miskin masuk ke surga dimana Abraham ada dan si orang kaya masuk ke neraka dimana ada nyala api dan sengsara.
Setelah itu si orang kaya berseru di ayat 24, “Bapa Abraham!” dengan kata lain, orang ini orang Yahudi. Dan tetap dia tidak selamat walaupun dia orang Yahudi. Apakah Anda ingat khotbah Yohanes Pembaptis di Lukas 3:8-11?
“Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api ... Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya."
Jadi orang kaya dalam perumpamaan ini adalah yang mungkin mengatakan, “Ah saya aman sebagai anak Abraham.” Namun dia tidak menghasilkan buah-buah sesuai dengan pertobatan, dia tidak membagikan makanannya, tidak membagikan pakaiannya dan kapak menebang dan sekarang dia dibuang kedalam api di neraka.
Dan inilah pasti pencemoohan yang sama yang orang-orang Farisi memberikan kembali kepada Yesus di ayat 14, “kita ini anak-anak Abraham! Jangan mengancam kita bahwa caranya kita memakai uang kita dapat merubahkan tempat abadi kita.”
Applikasi di gereja sekarang. Apakah ada sikap yang sama di dalam gereja masa kini? Ini sama dengan orang-orang yang mengtakan mereka Kristen yang membaca perumpamaan ini dan mengatakan, “Saya anak Allah terjamin kekal. Saya telah dibenarkan iman saja. Jangan mengajarkan bahwa caranya saya memakai uang saya dapat membahayakan keselamatan saya.”
Jawaban terhadap bentuk kontemporer anugerah murah ini adalah: iman yang membenarkan juga memurnikan, dan iman itu memurnikan kita dari cinta uang. Intinya perumpamaan ini adalah orang kaya itu dineraka karena dia lebih suka kemewahan untuk dirinya sendiri daripada mengasihi Lazarus. Tidak ada gunanya dia memikir dia aman karena menjadi anak Abraham.
Jadi di dalam neraka dia memandang keatas dan memohon belas kasihan dari Abraham. Abraham menjawab di ayat 25 dengan memberi alasan mengapa dia di neraka dan di ayat 26 dia mengatakan bahwa tidak ada jalan keluar.
Di ayat 25 Abraham mengatakan, “Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.”
Dengan kata lain jika selama kita tinggal di dunia kita mengejar “harta milik” daripada Allah, lebih mementingkan kemewahan bagi diri kita daripada kasih terhadap orang lain, maka hanya dunia ini adalah surga kita dan kekekalan adalah neraka kita.
Akan tetapi jika Allah selalu dipentingkan di dunia ini walaupun ada kejadian buruk sekali, maka hanya dunia ini dapat dianggap neraka dan kekekalan kita adalah surga. Dan ayat 26 menambahkan, “Selain dari pada itu (maksudnya selain daripada cinta uang dan ketidakpedulian terhadap Lazarus yang menyebabkan Anda di nereka) di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.”
Dengan kata lain pemikiran bahwa ada tempat hukuman sementara itu tidak benar dan tidak mungkin. Kematian itu benar-benar akhir. Tempat tidur yang dibangun di dalam hidup ini harus ditidurkan untuk selamanya.
Ini tidak berarti bahwa jika kita memakai uang kita untuk kebaikan orang lain dalam mengikuti Kristus, kita bisa beli tempat di surga atau bekerja untuk masuk ke surga. Tidak! Ini berarti caranya kita mempergunakan uang memperlihatkan hati yang sudah berubah sehingga kasih bagi orang lain dan bukan kemewahan untuk diri kita yang diinginkan dan disenangi.
Memiliki kesaksian Musa dan para nabi. Setelah itu orang kaya itu minta Abraham supaya Lazarus memperingati lima orang saudaranya agar mereka tahu bahayanya neraka. Sudah jelas orang kaya itu tahu bahwa mereka hidup sama seperti dia dan mereka tidak ada harapan.
Abraham menjawab di ayat 29, “Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.” Dengan kata lain Allah telah memberikan informasi dan bukti lebih dari cukup tentang keperluan untuk mengasihi dan bahayanya penghakiman. Dia tidak diwajibkan untuk memberi lebih banyak dari pada apa yang sudah diberikan di Perjanjian Lama.
Namun orang kaya itu tahu bahwa saudara-saudaranya tidak memedulikan firman Allah. Mungkin mereka di pagi hari ada renungan sebentar dan mereka pergi kegereja sekali seminggu, namun dia tahu bahwa pandangan dunia mereka seluruhnya dipengaruhi uang dan bukan Tuhan. Jadi orang kaya itu tahu bahwa tidak ada gunanya Abaraham mengatakan kepada mereka: Bacalah alkitabmu, bacalah Musa dan para nabi.
Jadi di ayat 30 dia menasehati Abraham (dari neraka!) caranya supaya saudara-saudaranya bertobat, “Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.” Kalau ada yang bangkit dari antara orang mati, suatu kejadian yang sangat menakjubkan, suatu mujizat, maka pasti mereka akan bangun dan bertobat. Mereka akan melepaskan diri dari kemewahan diri dan mulai hidup bagi orang lain untuk kemuliaan Allah.
Jawab Abraham di ayat 31, “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati." Bukankah ini luar biasa! Jika seseorang begitu mencintai uang sehingga dia tuli terhadap perintah-perintah dan peringatan-peringatan dan janji-janji Musa dan para nabi, maka kebangkitan orang dari antara orang matipun tidak akan menyebabkan ada pertobatan.
Jadi disini kita melihat maksud yang sama dari ayat 14 yang kita lihat sebelum ini, hanya disini ini ditingkatkan karena ada kebangkitan. Seandainya Yesus bangkit dari antara orang mati, dan inilah yang Lukas ingin pembaca-pembaca pikirkan, dan seandainya dia memperlihatkan diri-Nya kepada kelima saudara itu. Apakah mereka akan menerima Dia sebagai Juruselamat?
Oh, mungkin mereka benar-benar terkejut ada mujizat kebangkitan yang terbukti. Namun pertanyaannya adalah, apakah mereka karena itu akan bertobat? Abraham mengatakan tidak. Mengapa tidak? Apakah yang menghalang mereka untuk menerima Yesus sebagai ahli keuangan radikal sesungguhnya? Jawabannya adalah cinta uang mereka dan cinta harta milik mereka.
Selama Yesus Kristus mewujudkan kebebasan radikal dari cinta harta milik dan suatu kegembiraan yang mendalam dalam melayani orang lain, mereka yang dapat suka cita mereka dari kemewahan saja dan bukan dari kasih tidak mungkin dapat menerima Yesus sesungguhnya. Lukas 18:24 mengatakan, “Alangkah sukarnya orang yang uangnya banyak masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Jadi apakah kita harus perbuat untuk mempersiapkan hati kita untuk Kristus sesungguhnya? Mungkin kita harus ingat ajaran Abraham di Lukas 16:29, “Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.” Itulah tugas kita, untuk kembali kepada firman Allah dan membacanya lagi.
Perkataan Musa…..Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu……kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Ulangan 6:5; Imamat 19:18)
Dan Perkataan Para Nabi……Beginilah firman Tuhan: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, 24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman Tuhan." (Yeremiah 9: 23-24)
Dan Perkataan para Rasul… Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. 8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. 9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. ( 1 Timotius 6:7-10)
Yeremiah 2:13 mengatakan, “Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.”
Berbaliklah dari kolam materialisme yang bocor dan minumlah dengan cuma-cuma malam ini dari mancur air hidup. Semoga Allah dapat memakai perkataan Musa dan para nabi dan para rasul untuk membebaskan kita dari cinta uang supaya kita dapat menerima Kristus sesungguhnya.