Persekutuan Yang Hidup

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content

Persekutuan Yang Hidup

Persekutuan Indonesia Riverside
Published by Olwin Gosal in 2025 · 23 November 2025
Persekutuan Yang Hidup


Saudaraku, mari kita melanjutkan perenungan kita berkaitan dengan kehidupan jemaat mula-mula. Kita sudah merenungkan bahwa mereka bersama-sama bertekun dalam pengajaran para rasul, dan selanjutnya kita mau belajar dari teladan mereka bagaimana membangun persekutuan yang sehat dan kuat. Mari kita baca Kisah Para Rasul 2:42-47. Melalui perenungan ini ada dua poin besar yang saya rindu kita renungkan bersama hari ini.

1. Bersatu dan sehati untuk hidup dalam kasih dan pengorbanan.

Kesatuan orang-orang percaya adalah kerinduan dan doa Tuhan Yesus, dalam Yohanes 17:21, “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Karena dengan hidup dalam kesatuan orang-orang percaya dapat menjadi saksi untuk memberitakan Kristus dan keselamatan.

Dalam ayat-ayat ini ada beberapa hal yang sangat mendasar yang  dilakukan oleh jemaat mula-mula yang menunjukkan kesatuan dan kesehatian mereka dalam kasih dan pengorbanan sehingga terbangun sebuah persekutuan yang kuat: Berkumpul untuk berdoa (ay. 42), Segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama (ay. 44), Menjual dan membagi-bagi (ay. 45), Berkumpul tiap-tiap hari di Bait Allah (ay. 46), Memecahkan roti dan makan bersama dengan gembira dan tulus hati (ay. 46)

Apa yang dilakukan jemaat mula-mula menunjukkan bagaimana Roh Kudus mengubah hati dan hidup mereka ketika bertekun dalam mendengarkan pengajaran firman Tuhan. Dan sangat jelas bahwa pengajaran rasul-rasul berbicara mengenai Yesus yang telah memberikan dan mengorbankan segala-galanya untuk manusia berdosa. Inilah yang membuat mereka sadar bahwa anugerah Allah dalam Kristus adalah harta yang terindah dalam hidup dan memiliki Kristus itu sudah cukup bagi mereka. Perbuatan mereka menunjukkan bahwa mereka belajar meneladani Kristus, sehingga mereka merelakan apa yang mereka miliki untuk menjadi berkat bagi perluasan kerajaan Allah. Dalam 2 Korintus 8:9 dikatakan “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.”

Saudaraku, jika seorang sudah mengalami anugerah Allah yang besar dalam hidupnya, tidak mungkin ia hanya hidup untuk dirinya sendiri. Jemaat mula-mula membuktikan bahwa mereka mengasihi Tuhan, dan bukti bahwa mereka tidak menggantungkan hidupnya pada kekayaan. Mereka tidak merasa bahwa apa yang mereka miliki hanya untuk diri sendiri dan keluarganya. Tapi semuanya hanya titipan Tuhan untuk mereka dapat menjadi berkat bagi orang lain. Ini sangat berkaitan dengan ajaran Tuhan Yesus dalam Matius 6:19-21 ”Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Hati jemaat mula-mula bukan lagi terikat pada hal duniawi yang hanya sementara tapi dengan iman mereka telah memandang kepada Kristus dan kekekalan yang ia sediakan. Kesediaan untuk mengasihi dan berkorban ada bukti kedewasaan iman dihadapan Allah.

Persekutuan yang kuat dapat terbangun jika setiap orang tidak hanya mementingkan dirinya sendiri, namun bersedia mengorbankan segala sesuatu dengan tulus demi anggota tubuh Kristus yang lain. Dalam Filipi 2:1-8 dikatakan “karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”

Dalam persekutuan orang-orang percaya pengorbanan seakan menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Terkadang orang datang dalam persekutuan atau dalam gereja, berpikir keuntungan apa yang dapat saya terima dari gereja atau dari anggota jemaat yang lain. Tapi mungkin sangat jarang orang berpikir apa yang saya dapat perbuat atau berikan kepada gereja dan kepada saudara seiman. Jika kita masuk dalam persekutuan gereja dengan hanya memikirkan keuntungan apa yang dapat diterima itu salah besar! Karena malah gereja akan mengajarkan kepada saudara bagaimana hidup dalam pengorbanan, hidup dalam kemurahan, ketulusan untuk memberi yang terbaik kepada Tuhan dan sesama.

Firman Tuhan dalam Amsal 11:24 katakan “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.”

2. Bersatu dan sehati untuk menjadi saksi Kristus.

47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Mengapa mereka disukai semua orang?

Kehidupan jemaat mula-mula menjadi kesaksian yang sangat baik sehingga orang-orang melihat dan mereka diberkati. Mereka bukan hanya memiliki persekutuan yang kuat dalam komunitas mereka, tapi juga mereka dikenal baik oleh orang-orang yang belum percaya, karena mereka menunjukkan kasih yang tulus kepada orang-orang secara umum. Mereka disukai banyak orang karena menunjukkan kehidupan baru, perubahan yang radikal dan berbeda dengan orang-orang disekitar mereka. Cara hidup mereka berubah bukan untuk mencari pujian manusia, namun karena Roh Kudus berkarya mengubah kehidupan mereka. Sebelumnya mereka hidup dalam kejahatan dan hanya memikirkan diri sendiri, berubah menjadi seorang yang hidup dalam kebenaran dan siap berkorban untuk kemajuan kerajaan Allah.

Bagaimana orang-orang sekitar melihat kesaksian hidup mereka:

- Kasih persaudaraan dalam persekutuan : rukun, saling berbagi, dan memperhatikan dalam persekutuan.

- Kasih kepada sesama manusia : ramah, menolong sesama dan berbagi kepada sesama. (video William Booth)

Tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Frasa “Tuhan menambah jumlah mereka” menunjukkan bahwa Tuhan yang berkarya dalam hati setiap orang sehingga ketika melihat kesaksian hidup dan pemberitaan jemaat mula-mula mereka percaya kepada Injil Kristus. Jadi Ketika seorang percaya Kristus dan bertobat itu bukan pekerjaan manusia, bukan pekerjaan pemberita Injil namun pekerjaan Roh Kudus yang menanamkan iman dan pengertian akan Injil Kristus. Dikatakan “dengan orang yang diselamatkan” artinya orang-orang tersebut bukan hanya ikut-ikutan namun mereka benar-benar beriman, punya tekad yang sama untuk bertekun dalam pengajaran para rasul dan berkomitmen membangun persekutuan yang sehat.  Dalam Kisah Para Rasul 1:8 dikatakan “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Roh Kudus diberikan supaya setiap orang percaya dapat menjadi saksi Kristus, menyampaikan berita tentang Yesus yang adalah Tuhan dan keselamatan dalam Dia.

Pada akhirnya melalui kebenaran firman Tuhan yang kita renungkan hari ini, kita perlu bertanya bagaimana persekutuan kita selama ini? Apakah yang dapat kita lakukan untuk membangun persekutuan dalam kasih dan pengorbanan? Dan sejauh mana persekutuan kita disukai orang dan menjadi saksi yang baik sehingga ada orang-orang rindu masuk dalam persekutuan kita? Kiranya Tuhan Yesus terus memberkati kita semua. Amin!



JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017-2026 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (303) 961-3175
Email Address: Click here
Back to content