Characteristics of a true believer (Part 3)
Published by Olwin Gosal in 2025 · 9 November 2025
Love the word of God
Pada perenungan sebelumnya kita belajar dari teladan Tuhan Yesus menghadapi godaan Iblis dengan menggunakan firman Tuhan. Ada musuh yang tidak kelihatan namun punya berbagai cara untuk berusaha menjatuhkan kita, dengan segala godaan yang begitu nikmat. Kita tidak dapat melawan dengan kekuatan sendiri namun hanya dengan firman Tuhan, sehingga kita harus tekun mendalami dan melakukan firman-Nya. Hari ini Kembali saya mau berbicara berkaitan dengan manfaat firman Tuhan untuk kita. Mari kita membaca 2 Timotius 3:14-17.
1. Tetap berpegang pada firman Tuhan
Dalam Ayat 14, “Hendaklah engkau tetap berpegang” artinya to stay, continue, endure. Paulus menasehati Timotius bahwa sekalipun menghadapi penganiayaan dan pengajaran sesat ia harus tetap berpegang dan berdiri teguh pada kebenaran. Dikatakan “kebenaran yang telah engkau terima dan yakini”, jadi bukan hanya sekedar mendengar pengajaran akan kebenaran, namun sungguh-sungguh mengimani sehingga kebenaran itu mengubahkan hidup. Keteguhan dan keyakinan pada kebenaran mengalahkan segala ketakutan yang datang karena penganiayaan dan pengajaran sesat.
Selanjutnya dikatakan “dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya”, ini adalah rahasia penting supaya Timotius dapat teguh berpegang pada kebenaran, karena dengan mengingat pengajarnya akan memudahkan dia untuk ingat ajaran bahkan teladan hidup mereka. Mengingat setiap orang yang sudah berjuang dan membayar harga bagi pertumbuhan iman kita akan menolong kita untuk tidak mudah menyerah dalam iman kepada Kristus. Dikatakan dalam ayat 15, “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci.” Saudaraku kalimat ini menunjukkan bahwa Timotius sudah diajarkan kebenaran Allah dan diajar hidup beriman kepada Allah sejak kecil, dalam 2 Timotius 1:5 Paulus katakan, “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.” Betapa besar peran dari nenek dan ibunya sehingga Timotius dapat percaya dan melayani Tuhan Yesus meskipun ditengah penganiayaan. Kita perlu bayar harga untuk mengajarkan anak-anak kita tentang Tuhan dan kebenaran-Nya. Pertanyaan bagi kita, siapa yang pernah membaca Alkitab dengan anaknya?
2. Manfaat firman Tuhan
Apa manfaat firman Tuhan sehingga Paulus menegaskan kepada Timotius agar tetap berpegang teguh dalam segala kondisi apapun?
a. Firman Tuhan menuntun kepada keselamatan yang sejati.
Saudaraku, pertanyaan bagi kita semua, jika hari ini kita meninggal kemana kita akan pergi? Siapa yang yakin bahwa ia pasti masuk surga? Dalam ayat 15, dikatakan “Kitab suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.” Dalam Hosea 4:6, “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” Jalan menuju kepada keselamatan dan kepastiaan akan keselamatan sudah sangat jelas diajakan dalam Kitab Suci. Namun kenapa dikatakan umat-Ku binasa? Karena tidak mengenal Allah dan melupakan pengajaran Allah.
Banyak orang Kristen yang dalam ketakutannya terus bertanya-bertanya, apa nanti saya masuk surga? Ini pertanyaan dari seorang yang dipenuhi dengan keraguan, karena tidak mengenal Allah dengan benar dan kepastian keselamatan dalam Kristus. Karena itu dikatakan “Kitab Suci menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus”. Dikatakan menuntun artinya mengarahkan, membimbing, memberikan pengetahuan kepada kita bagaimana supaya kita diselamatkan. Yesus berkata dalam Yohanes 6:47, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.” Yohanes 10:28, “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.”
Betapa pentingnya seorang bergumul untuk mengenal Allah dan keselamatan yang sudah Dia kerjakan. Kisah Para Rasul 4:12 dikatakan “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Saudaraku, Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu mengajarkan tentang Allah dan keselamatan dalal Kristus. Mari kita bertekun membaca, merenungkan, mengimani dan melakukan dalam hidup kita karena itulah sumber satu-satunya supaya hati kita dapat beriman, pengharapan dan kasih.
b. Firman Tuhan menuntun pada kebenaran & kesalehan hidup
Dalam ayat 16, “segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar…”. Mengajar berarti berkaitan dengan pikiran dan pengetahuan. Kata ini berasal dari bahwa Yunani didaskalia yang merujuk khusus kepada pengajaran ilahi. Melalui firman-Nya pembaca dapat mengetahui siapa Allah, isi hati Allah dan mengetahui siapa manusia dan bagaimana sebenaranya mereka harus hidup dihadapan Allah. Selanjutnya dikatakan “menyatakan kesalahan”, pengajaran dari firman Allah ternyata membuktikan dan menegur bahwa banyak sekali pengajaran dan perbuatan salah yang ada dalam diri manusia yang hanya dapat diluruskan dengan kebenaran dari Allah.
Ketika firman Allah menyatakan kesalahan kita ini bukan hal yang mudah, karena pada dasarnya kita manusia mau berusaha menutup-nutupi kesalahan kita supaya seakan kita kelihatan benar, bahkan sering kali kita mengeraskan hati, firman Allah sudah diajarkan kepada kita, kita tahu kita salah tapi tidak merindukan perubahan dalam hidup. Sebenarnya Ketika seorang mengerti kesalahannya itu adalah pekerjaan Roh Kudus dalam hatinya, dikatakan dalam Yohanes 16:8 “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.” Bagian selanjutnya dikatakan “memperbaiki kelakukan dan mendidik orang dalam kebenaran”, firman Allah bukan hanya menyatakan apa yang salah, tapi juga memberikan jawaban bagaimana sebenarnya seorang hidup benar dan berkenan kepada Allah. Jadi firman Allah mentrasformasi pikiran, hati, dan perbuatan manusia sehingga menuju pada kesalehan yang dikehendaki Allah.
Ayat 17, dikatakan “Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” Bagian ini berkaitan erat dengan 2 Timotius 2:21, “Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” Melalui firman-Nya kita mengerti bagaimana kita dapat hidup dalam kebenaran, kesalehan dan hidup dalam segala perbuatan baik yang Allah rindukan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin