Characteristics of a true believer (Part 2)

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content

Characteristics of a true believer (Part 2)

Persekutuan Indonesia Riverside
Published by Olwin Gosal in 2025 · 26 October 2025
Characteristics of a true believer (Part 2)

Mencintai Firman Tuhan

Pada minggu sebelumnya saya sudah sampaikan bahwa karakteristis orang beriman sejati adalah mencintai pengajaran firman Tuhan. Inilah fondasi utama orang percaya dan gereja. Gereja yang sehat adalah gereja yang sungguh-sungguh berjuang memberikan pengajaran firman Allah yang sejati. Orang percaya yang sehat imannya adalah mereka yang  bertekun belajar firman Tuhan. Seorang yang mengatakan dirinya beriman namun tidak tekun dalam belajar firman Tuhan maka sebenarnya ia hidup secara fisik tapi mati secara rohani. Mati secara rohani menunjukkan bahwa sebenarnya seorang tidak memiliki hubungan dengan Allah.

Apa pentingnya firman Tuhan dalam hidup sehingga kita harus bertekun mempelajarinya? Mari kita membaca Matius 4:1-11.

Dalam ayat 1 dikatakan, “Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” Yesus tidak dapat dikendalikan oleh Iblis, karena itu dikatakan “dibawa oleh Roh” bukan dibawa oleh Iblis. Lalu mengapa Roh membawa Yesus untuk dicobai? Dalam Perjanjian Lama Adam pertama ketika berhadapan dengan godaan dari musuh ia jatuh dan berakibat pada kematian jasmani dan rohani dari semua manuisa. Adam terakhir (Yesus) ketika menghadapi Iblis dengan segala godaaannya, Ia tidak jatuh namun menang atas godaan. Padahal Dalam ayat 2 dikatakan Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.”. Waktu Yesus menghadapi pencobaan Ia sedang dalam kondisi fisik yang lemah dan lapar. Kemanangan Yesus terhadap pencobaan membuktikan bahwa meskipun Yesus menghadapi tekanan yang besar namun Ia tetap taat kepada firman Allah.

Dalam ayat 3 dikatakan “lalu datanglah si pencoba itu”. Iblis dikatakan si pencoba, karena memang tujuan utamanya adalah berusaha menjatuhkan Yesus, berusahs membelokkan Yesus dari tujuan kekal yang sudah dirancangkan. Yesus berhadapan dengan musuh utama, yang menggoda Adam sehingga jatuh, yang menggoda Israel sehingga melupakan Tuhan. Namun dalam perikop ini jelas bahwa Yesus menang terhadap Iblis dan tidak tergoda sedikitpun dengan segala tawarannya.

Saudaraku, bagian ini mau memberikan peringatan bahwa Iblis adalah musuh terbesar kita. Sebagai orang percaya kita harus sadar bahwa setiap hari kita ada dalam peperangan rohani melawan kuasa-kuasa jahat yang tidak nampak namun sangat nyata. Dalam 1 Petrus 5:8 dikatakan “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” Karena itu kita ingatkan untuk selalu waspada, Efesus 6:12 dikatakan, “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis”. Sebagai orang percaya kita tidak bisa bersantai, harus selalu ingat bahwa kita punya musuh yang selalu menggoda dan hidup kita hanya selangkah dari kejatuhan.

Seorang yang memiliki kesadaran pasti akan berjuang memperlengkapi diri sehingga dapat bertahan dan menang terhadap musuh. Saudaraku, sering kali Iblis melancarkan serangannya, ia tidak datang dengan cara menakutkan atau menakut-nakuti kita, tapi ia datang menawarkan segala hal yang menggiurkan, yang menyenangkan mata dan kedagingan kita.

Hari ini kita mau belajar bersama dari teladan Tuhan Yesus, ketika Ia menghadapi pencobaan perlengkapan apa yang Ia gunakan sehingga menang terhadap Iblis?

Pencobaan pertama

Iblis mengawali dengan “Jika Engkau Anak Allah perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti”. Karena dalam Matius 3:17 “lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ”Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Iblis menggoda Yesus untuk memamerkan dan menggunakan kuasa Ilahi-Nya sebagai Anak Allah untuk memuaskan kebutuhan-Nya. Pencobaan pertama kepada Yesus berkaitan dengan keinginan daging, dalam bagian ini terkait makanan yang sangat dibutuhkan Tuhan Yesus saat itu, sangat mirip dengan apa yang dihadapi Adam dan Hawa dalam Kejadian 3:1-6 ketika digoda untuk makan buah yang sudah dilarang untuk dimakan.

Namun respon Tuhan Yesus diluar dugaan Iblis, ayat 4 “Tetapi Yesus menjawab: ”Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Dalam kondisi perut yang sangat lapar Yesus mengutip Ulangan 8:3 “Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan. Yesus melawan godaan Iblis dengan kebenaran firman Tuhan. Ia katakan roti bukanlah kebutuhan utama dan terpenting bagiNya. Yesus mau katakan bahwa roti bukan sumber kehidupan. Kalimat ini seakan meruntuhkan konsep dasar dan perjuang manusia. Karena banyak manusia berjuang mendapatkan makanan untuk kebutuhan perut tapi melupakan Tuhan dan firman-Nya, mengesampingkan hubungan dengan Allah.

Yesus mengajarkan bahwa sumber kehidupan dan kebutuhan terpenting manusia adalah firman yang keluar dari mulut Allah. Kesetiaan mendengarkan dan menghidupi firman Tuhan adalah yang terpenting. Dalam bagian ini bukan berarti Yesus berkata manusia tidak perlu makan makanan jasmani, tidak! Tapi Yesus mau menegaskan bahwa manusia harus tahu mana yang paling utama yang berguna sampai dengan kekekalan dan mana yang hanya bersifat sementara. Makanan jasmani berguna untuk tubuh yang sementara, sedangkan firman Allah adalah makanan rohani bagi roh yang membuat kita terhubungan dengan Allah dan yang akan membawa kita pada kekekalan bersama dengan Dia.

Iblis sangat mengetahui kebutuhan dan titik lemah manusia sehingga ia akan  menyerang atau menggoda kita pada titik itu. Iblis terus menerus menggoda manusia untuk mengutamakan yang bukan utama, sehingga manusia lupa hal utama yang harus dimiliki dan dihidupi. Sejak kecil terus ditanamkan bagi kita, kamu harus sukses, berpendidikan tinggi, memiliki pekerjaan yang baik, menghasikan uang yang banyak tapi kurang ditanamkan bahwa diatas semuanya itu Tuhan dan kebenarannya harus menjadi yang utama.

Sebagai orangtua masa kini saya berdoa bagi saudara supaya sadar betul apa kebutuhan utama kita dan anak-anak kita yaitu firman Allah.

Apakah kita sudah menemparkan firman Allah sebagai hal terpenting dalam hidup kita? Bahkan lebih penting daripada hal yang paling kita butuhkan sekalipun?

Pencobaan kedua

Dalam pencobaan kedua Iblis seakan terlihat sangat rohani karena menggunakan firman Allah untuk mencobai Yesus, tapi ternyata itu adalah praktek penyalagunaan firman Allah. Karena bukan untuk membangun melainkan untuk membuat Yesus ragu terhadap janji perlindungan Allah kepada-Nya. Dikatakan “Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, 6 lalu berkata kepada-Nya: ”Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Pencobaan yang kedua berkaitan dengan keangkuan atau kesombongan. Iblis mencobai Yesus untuk menunjukkan bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa dan dapat melakukan hal yang spektakuler.

Iblis menyalagunakan firman Tuhan yang terdapat dalam Mazmur 91:11-12, bukan demikian maksud dari ayat tersebut, melainkan itu berbicaa mengenai janji perlindungan Allah, janji-Nya bukan untuk dicoba-coba melainkan untuk diimani. Tuhan Yesus melawan godaan dan meluruskannya dengan menggunakan firman Allah Ulangan 6:16 “Janganlah kamu mencobai Tuhan, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa”. Iblis bertujuan menggoyahkan iman kita terhadap firman Allah, dan membuat kita meragukan kebenarannya. Itulah yang dia juga lakukan ketika menggoda Adam dan Hawa, seakan menggunakan firman Tuhan padahal dimanipulasi untuk menipu. “… Ular itu berkata kepada perempuan itu: ”Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”’ (Kej 3:1). Iblis berusaha menanamkan dalam pikiran kita segala yang jahat, supaya meragukan dan tidak percaya firman-Nya, bahkan supaya berpikir bahwa Allah itu jahat dan tidak setia.

Saudaraku, jika seorang tidak sungguh-sungguh mencintai dan mempelajari firman Tuhan dengan baik maka kita dengan mudah ditipu oleh setan. Ia bisa menanamkan sesuatu yang sepertinya firman Tuhan padahal sudah dikemas dengan berbeda, dengan tujuan supaya kita percaya kepada dia. Saya yakin karena itulah juga jemaat mula-mula dengan tekun dan rendah hati belajar dari para rasul supaya mereka tidak mudah terjerat oleh tipu muslihat Iblis. Saudaraku, sering sekali Iblis menggoda kita manusia dengan kesombongan, sehingga kita sudah merasa tahu segala hal, merasa bisa sendiri sehingga berpikir tidak perlu diajar dan dituntun lagi. Firman Tuhan dalam Amsal 16:18 “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan”

Pencobaan ketiga

Pencobaan yang paling menggiurkan disiapkan oleh Iblis pada bagian terakhir. Iblis mencobai Yesus untuk melakukan penyembahan berhala yang adalah perbuatan jahat di mata Allah. Iblis ingin menggantikan posisi Allah yang adalah pusat penyembahan seluruh ciptaan. Dikatakan Iblis “memperlihatkan kepada-Nya semua kekayaan dunia dengan kemegahannya” berarti berkaitan dengan keinginan mata. Keinginanan berdosa banyak sekali berawal dari mata, dimana kita melihat hal-hal yang sia-sia. Karena itu perlu berdoa sungguh-sungguh supaya Allah menjaga mata kita tetap kudus dan tidak tergoda jatuh dalam dosa ketika melihat hal-hal yang sia-sia.

Selanjutnya dikatakan ”Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Tawaran yang menarik karena mendapat kekayaan, kemegahan dan menjadi penguasa dalam sekejap mata. Pencobaan berkaitan dengan kemegahan dunia sangat mempesona hati sehingga jika seorang tidak waspada dan berjaga-jaga sangat mudah untuk jatuh. Matthew Hendry berkata “Iblis memperdaya manusia dengan memperlihatkan dunia dan kemegahannya, tetapi menyembunyikan dosa, sengsara dan maut yang mengotori keindahan kemuliaan ini dari mata manusia”. Ia juga menyembunyikan kesusahan dan sengsara yang mengikuti harta kekayaan serta duri-duri yang ada di dalamnya.

Jadi pada dasarnya godaan Iblis pembungkusnya adalah segala sesuatu yang menarik, menyenangkan, sedap dipandang mata tapi semuanya berakibat pada dosa, maut dan keterpisahan dengan Allah. Dan itulah tujuan Iblis supaya manusia mengikuti keinginannya dan sengsara bersama dia di dalam api neraka yang mengerikan.

Yesus sedikitpun tidak pernah tergoda dengan tawaran yang begitu menarik sehingga dalam ayat 10 “berkatalah Yesus kepadanya: ”Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”. Yesus kembali menjawab dengan firman Allah Ulangan 6:13 “Engkau harus takut akan Tuhan, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah”. Penyembahan kita hanya boleh tertuju kepada Allah, tidak kepada makhluk ciptaan lain. Hal apapun dalam dunia ini tidak boleh menggeser posisi Allah sebagai pusat penyembahan dalam hati dan hidup kita.

Pada akhirnya kita perlu bertanya dalam hati dan pikiran kita adakah keinginan daging, keinginan mata, kesenangan, kenikmatan dunia ini yang telah mengeser Allah dalam hati kita? Semua itu adalah pekerjaan Iblis yang telah menipu kita, sehingga sudah seharunya kita kembali melawannya dengan ketekunan dan kecintaan kita untuk mempelajari firman Tuhan.



JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (720) 338-2434
Email Address: Click here
Back to content