True Faith

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content

True Faith

Persekutuan Indonesia Riverside
Published by Olwin Gosal in 2025 · 28 September 2025
Roma 10:9-10

Shalom Saudaraku, perenungan kita hari ini saya mau mulai dengan satu kisah kehidupan Roy seorang anak berumur 15 tahun. “Pada akhir Januari 1999, anak-anak dan remaja dari GKPB MDC Ambon mengadakan retret di Field Station Fakultas Perikanan Universitas Pattimura di Hila bagian utara pulau Ambon. Pada hari terakhir mereka retret pecah kerusuhan di kota Ambon, bus yang menjemput mereka tidak kunjung datang. Akhirnya Pdt Melky berserta 3 orang turun ke kota, setibanya mereka di koramil, di beritahukan bahwa sudah tidak aman, mereka di sarankan untuk tidak meninggalkan koramil. namun tidak mungkin Pdt Melky meninggalkan anak-anak di Hila, jadi mereka kembali ke sana dengan membawa mobil untuk mengangkut anak-anak, di tengah jalan mereka bertemu dengan orang-orang muslim radikal, Pdt Melky dan seorang lainnya di tusuk sampai mati sementara 2 orang berhasil melarikan diri. Dari mobil Pdt Melky gerombolan ini menemukan selebaran retret sehingga kemudian mereka pergi ke Hila dan mendapati anak-anak dan remaja di sana, termasuk Roy Pontoh. Pada saat Roy Pontoh diminta untuk menyangkali imannya, ia menjawab "saya Laskar Kristus" dan tebasan parang mengenai lengannya. sekali lagi Roy di tanya dan ia tetap teguh menjawab "saya Laskar Kristus" dan sabetan parang melukainya lengan yang satunya lagi. Ditanya untuk terakhir kalinya, Roy tetap menjawab "saya Laskar Kristus" dan kali ini parang menembus perutnya dan membunuh nya.” (Sputra blog)

Saudaraku, dalam dunia ini sangat banyak orang Kristen atau orang yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus. Namun persoalannya, banyak orang memahami istilah “iman” dengan paham yang berbeda-beda. Apa yang disebut “iman” oleh beberapa orang belum tentu itu “iman” menurut Alkitab. Karena itu hari ini kita perlu renungkan bagaimana iman yang benar, iman yang seharusnya kita miliki. Dan melalui perenungan hari ini kita harus bertanya pada diri kita, apakah iman saya sudah benar menurut Alkitab? Mari kita membaca Roma 10:9-10, “If you declare with your mouth, “Jesus is Lord,” and believe in your heart that God raised him from the dead, you will be saved. For it is with your heart that you believe and are justified, and it is with your mouth that you profess your faith and are saved.”

Ada dua hal yang akan kita renungkan hari ini: pertama karakteristik iman yang benar, kedua isi yang benar dari iman yang benar.

1. Karakteristik iman yang benar

Pertama, Bersifat internal. Dikatakan dalam ayat ini “believe in your heart”. Mengajarkan bahwa iman yang benar pasti dimulai dari hati. Seorang dapat memanipulasi perkataan atau perbuatan, seakan nampaknya ia seorang yang beriman, namun Allah melihat hati dan tidak ada sedikitpun yang dapat kita sembunyikan kepada Allah.

Iman yang bukan bersumber dari hati tidak lebih dari sekedar kemunafikan yang menipu diri sendiri dan orang lain. Orang-orang Farisi terlihat sangat saleh dengan ritual dan tradisi, mereka menganggap apa yang mereka lakukan adalah ibadah kepada Allah, tapi kenyataannya cuma di bibir dan tidak dari dalam hati (Mat. 15-7-10).

Percaya dalam hatimu menunjukkan bahwa iman itu bersifat pribadi, seorang tidak dapat bergantung pada iman orang lain. Siapapun dia dan sekuat apapun imannya ia tidak dapat mewakilkan kita dihadapan Allah. Mungkin ada yang berpikir kamu adalah suamiku, imanmu adalah imanku dan imanku adalah imanmu, tidak demikian saudaraku. Iman bersifat pribadi dan itu adalah hubungan khusus seorang dengan Allah. Kita bisa saling mendukung untuk hidup dalam iman, tapi tidak ada istilah “boncengan”.    

Kedua, bersifat external. Dikatakan dalam ayat ini “If you declare with your mouth”. Iman yang benar tidak mungkin hanya dipendam dalam hati, namun itu keluar lewat pengakuan dan kesaksian kepada orang lain atau dalam komunitas. Hal ini menunjukkan keyakinan penuh pada apa yang diimani dalam hati. Dalam konteks kehidupan orang percaya di abad pertama ini bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan karena ketika mereka mengaku percaya kepada Yesus maka akan mengalami penganiayaan dari orang-orang yang tidak percaya. Ditengah situasi demikian, godaan untuk menyangkal iman itu sangat besar, mereka dapat dikuasai ketakutan dan rasa malu. Dalam Markus 8:38 “For whoever is ashamed of Me and My words in this adulterous and sinful generation, of him the Son of Man also will be ashamed when He comes in the glory of His Father with the holy angels.”

Jika kita mempelajari latarbelakang kitab Roma maka kita akan menemukan bahwa orang percaya di Roma saat itu mengalami berbagai penganiayaan, siksaan dan kematian di bawah Kaisar Nero, seperti disalibkan, dilempar ke binatang buas, atau dibakar hidup-hidup, serta dihukum karena mereka mengaku beriman kepada Yesus dan menolak menyembah dewa.

Jadi saudaraku, pengakuan dari mulut yang dimaksud Paulus dalam konteks kehidupan jemaat Roma adalah kesiapan untuk mati. Karena itu dikatakan mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati adalah iman yang benar dalam konteks jemaat Roma artinya mereka tidak mungkin memanipulasi apa yang keluar dari mulut mereka, karena resikonya adalah kematian. Tidak ada seorangpun yang bertujuan untuk menipu orang lain supaya dia dibunuh.

Hati yang dikuasai ketakutan dan rasa malu untuk mengakui atau menyaksikan iman bukanlah ciri iman yang benar. Iman yang benar tidak akan pernah gentar menghadapi penderitaan, aniaya bahkan kematian sekalipun.

2. Isi dari iman yang benar.

Dalam ayat ini dikatakan “If you declare with your mouth, “Jesus is Lord,” Kata Tuhan dalam ayat ini berasal dari bahasa Yunani κύριος (kurios) yang artinya Tuhan atau Tuan. Kata ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Pemilik, Penguasa, yang berdaulat penuh. Kata κύριος (kurios) menegaskan bahwa Yesus adalah Allah, menunjukkan kesetaraan-Nya dengan Bapa. Jhon MacArthur menegaskan bahwa dalam konteks Yahudi abad pertama, menyebut Yesus sebagai Tuhan adalah tindakan yang sangat radikal, karena ini menempatkan Yesus sejajar dengan Yahwe. MacArthur menulis: “ketika seorang mengakui Yesus sebagai Tuhan, ia mengakui otoritas-Nya yang mutlak dan bersedia tunduk kepada pada kedaulatan-Nya.” Saudaraku, jika iman kita hanya sampai dipengakuan saja tanpa ketundukkan dsan penyerahan diri maka tidak ada bedanya dengan iblis, dalam Lukas 8:28 “When he saw Jesus, he cried out, fell down before Him, and with a loud voice said, “What have I to do with You, Jesus, Son of the Most High God? I beg You, do not torment me!”.

Ketika seorang mengatakan bahwa ia percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, maka pada saat yang sama harus memiliki kesadaran penuh bahwa hidupnya milik Yesus, ia harus mempercayakan dan menyerahkan seluruh kepada Kristus. Banyak orang dengan mudah dapat menerima bahwa Yesus adalah Juruslamat, Yesus pemeliharan, Yesus sumber berkat, namun tidak mudah untuk menerima dan mengakui Yesus adalah Tuhan, karena pengakuan itu akan secara otomatis meniadakan segala haknya atas diri sendiri.

Selanjutnya dikatakan believe in your heart that God raised him from the dead, peristiwa kematian Tuhan Yesus membuat banyak orang berkata bahwa memang Ia bukan Tuhan, namun semua itu dibungkam dengan kebangkitan-Nya dari kematian, karena ini menunjukkan bahwa Ia benar benar adalah Tuhan, Ia berkuasa dan hanya Dialah yang dapat mengalahkan kuasa dosa dan maut.

Pada bagian akhir dari ayat-ayat ini berbicara tentang keselamatan. Dikatakan maka kamu akan diselamatkan, kalimat ini berbicara mengenai kepastian bahwa orang yang percaya Yesus adalah Tuhan dan percaya akan kebangkitanNya pasti diselamatkan. Karena itu Yesus katakan dalam Yohanes 14:6, “I am the way and the truth and the life. No one comes to the Father except through me.” Artinya tidak ada jalan lain untuk pergi dan berjumpa dengan Bapa di sorga selain Tuhan Yesus.  

Hari ini Tuhan mengajarkan kepada kita semua dasar pengakuan iman Kristen menurut Alkitab adalah dimana seorang menundukkan dirinya sepenuhnya kepada pemerintahan Kristus. Ketika seorang percaya Yesus adalah Tuhan, maka doa dan kerinduan utamanya setiap hari bukan lagi hanya tertuju pada hal-hal sementara yang dia dapat terima dari Yesus melainkan berfokus untuk menyerahkan hidup sepenuhnya dalam kendali, pimpinan dan ketundukan pada Tuhan Yesus. Artinya Yesus adalah Tuhan atas hatimu, pikiranmu, perkataanmu, perbuatanmu, hartamu, keluargamu.

Saudaraku, sangat disayangkan jika kita berkata percaya kepada Yesus sebagai Tuhan namun kita masih dikuasai ketakutan, kecemasan dan rasa malu. Ada pula yang berkata dari mulut percaya kepada Yesus, namun dalam kehidupan sehari-hari menjadi “tuhan” atas hidupnya sendiri, melakukan segala sesuatu sesuai keinginan sendiri tanpa memikirkan Tuhan dan kehendakNya. Seakan kuasa dari Injil Kristus tidak berdampak dalam kehidupan kita.

Saudaraku, hari ini mari kita jujur pada Tuhan dan pada diri kita sendiri, iman seperti apa yang kita miliki saat ini? Jika hari ini kita sadar sepertinya iman saya belum iman yang benar. Datanglah kepada Tuhan memohon pengampunan dan pertolonganNya. Ya Tuhan, berikanlah dalam hati saya, iman yang benar berdasarkan firman-Mu. Iman yang mengubah hati saya untuk sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya Tuhan dalam hidupku dan dalam dunia ini. Amin!



JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (720) 338-2434
Email Address: Click here
Back to content