Sahabat Yesus
Published by Stanley Pouw in 2021 · 14 November 2021
Yohanes 15 penuh dengan instruksi penting bagi kita. Ketika kita memikirkan persahabatan, kita memikirkan kesetaraan. Kita tidak memikirkan hierarki. Kita tidak memikirkan tuntutan dan perintah, dan ketundukan dan otoritas. Tetapi itulah kenyataan aneh dari "kalian bisa menjadi teman-Ku jika kalian melakukan semua yang Aku katakan kepadamu" persis seperti yang Yesus katakan dalam bagian firman ini. Marilah kita lihat teks yang dimulai di ayat 12.
Yohanes 15:12-17, “Inilah perintah-Ku: Kasihilah satu sama lain seperti Aku telah mengasihi kalian. 13 Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih yang memberikan nyawanya untuk sahabatnya. 14 Kalian adalah sahabat-Ku jika kalian melakukan apa yang Aku perintahkan. 15 Aku tidak lagi menyebut kalian budak, karena Tuhan tidak mempercayai budak-Nya. Sekarang kalian adalah teman-Ku, karena Aku telah memberitahumu semua yang dikatakan Bapa kepada-Ku.”
“16 Bukan kalian yang memilih Aku. Aku memilih kalian. Aku menetapkan kalian untuk pergi dan menghasilkan buah yang kekal, sehingga Bapa akan memberikan apa pun yang kalian minta,atas nama-Ku. 17 Inilah perintah-Ku, kasihilah satu sama lain.” Tampaknya aneh memanggil orang menjadi teman dan terus mengulangi perintah-perintah kepada mereka, tetapi itulah yang dilakukan Tuhan kita. Sekarang mereka telah meninggalkan ruang atas dan berjalan di dalam kegelapan menuju ke taman.
Saat mereka berjalan, Tuhan memberi mereka janji luar biasa lain, “Jika kalian melakukan apa yang Aku katakan, kalian dapat menjadi sahabat-Ku.” Yang benar-benar mendominasi malam ini adalah kasih. Ini benar-benar malam kasih yang tak tertandingi yang berpuncak pada hari berikutnya dalam tindakan kasih terbesar, Tuhan menyerahkan nyawa-Nya untuk milik-Nya sendiri. Dan Dia mengatakan itu dalam ayat 13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabatnya.”
Di sinilah kasih Allah dijanjikan melalui Kristus kepada semua orang yang menjadi milik-Nya. Ada kasih di balik semua janji. Dalam paragraf ini, Tuhan mennyatakan kasih-Nya dan memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengasihi Dia dan mengasihi sesama, untuk hidup dalam kasih. Bapa mengasihi Anak, Anak mengasihi Bapa. Bapa dan Anak mengasihi kita. Kita harus mengasihi mereka dan saling mengasihi orang lain. Kasih mendefinisikan semua hubungan ini.
Tetapi itulah jenis kasih yang sangat unik. Dalam ayat 15, dikatakan, “Aku tidak lagi hanya menyebut kalian budak, karena budak itu tidak tahu apa yang dilakukan tuannya. Tetapi Aku menyebut kalian sahabat, karena segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku telah Kuberitahukan kepadamu.” Dia mengidentifikasi para murid sebagai budak yang juga adalah teman. Nah kita tidak ada perbudakan di Amerika. Tapi inilah kenyataan baru: budak yang juga teman.
Alkitab tidak mengutuk perbudakan sebagai struktur sosial. Tetapi perbudakan itu sendiri, bukan saja tidak dikutuk, tetapi malah diangkat sebagai struktur spiritual untuk memahami hubungan kita dengan Tuhan. Kata "sahabat" dalam bahasa Yunani adalah philos yang berarti "mencintai, memiliki kasih sayang." Yesus berkata, “Kalian adalah sahabat-Ku, hamba-hamba yang dikasihi. Kalian adalah budak yang mengenal Aku secara intim.”
Kembalilah ke ayat 15, “Aku menyebut kalian sahabat karena segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku telah Kuberitahukan kepadamu.” Tidak ada rahasia. Aku akan memberitahumu segala sesuatu yang telah diwahyukan Bapa kepada-Ku. Kalian mengenal Aku lebih baik daripada siapa pun yang mengenal Aku. Inilah gambaran dari orang percaya yang adalah seorang budak, tetapi diangkat ke tingkat intim yang secara unik dikasihi dan dipercaya.
Apakah tidak ada rahasia? Tidak. Kalian memiliki pikiran Kristus; Dia telah mengungkapkan semuanya di sini. Betapa diberkatinya saya untuk dapat mengatakan, "Saya adalah teman Raja di atas segala Raja dan Tuhan di atas segala Tuhan, dan tidak ada rahasia yang Dia sembunyikan dari saya." Betapa istimewanya saya: ini adalah persahabatan sejati. Sekarang, ketika kita berbicara tentang budak yang berteman, kita masuk ke dalam sebuah konsep asing bagi dunia evangelis.
Nah, marilah saya menjelaskan ini. Jika Yesus adalah Tuhan, maka Anda adalah hamba-Nya. Kita semua mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Itu adalah pengakuan dasar yang substansial dari Kekristenan. Itulah yang membedakan seorang Kristen. Dan di dunia kuno, semua orang mengaku “Kaisar adalah Tuhan.” Maka datanglah orang-orang percaya yang berkata, “Tidak, Kaisar bukanlah Tuhan. Yesus adalah Tuhan, dan kita adalah hamba Yesus dan sahabat karib.”
Roma 10:9-10 mengatakan, “Jika kamu mengaku dengan mulutmu Yesus sebagai Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kamu akan diselamatkan.” Dan Anda tidak dapat melakukan itu sendirian.. 1 Korintus 12:3 mengatakan, "Tidak ada orang yang dapat mengaku 'Yesus adalah Tuhan' kecuali dengan kuasa Roh Kudus." Itulah realitas mutlak. Inilah pengakuan dan kepercayaan yang diperlukan, dan itu menuntut penyerahan hati Anda.
Realitas sejati ketuhanan Kristus itu telah dikaburkan dan disamarkan selama berabad-abad oleh para penerjemah Perjanjian Lama dan Baru, yang telah menggantikan kata “budak.” Kata "tuhan" berarti "orang yang memiliki kekuasaan, kepemilikan, dan otoritas mutlak." Ini digunakan 750 kali dalam Perjanjian Baru. Perjanjian Baru terutama menyebut Yesus sebagai Kurios, yaitu Tuhan.
Dia adalah kurios, penguasa berdaulat. Dia despot, penguasa mutlak. Jadi ketika Anda berkata, "Yesus adalah Tuhan," Anda tidak mengidentifikasi Dia hanya sebagai ilahi, dan mengidentifikasi Dia dalam beberapa cara abstrak sebagai tokoh agama yang paling penting. Ketika Anda mengatakan "Tuhan," itu adalah pembicaraan seorang budak. Anda berkata, “Dia adalah Tuhan dengan kuasa mutlak dan pemilik mutlak.” Kata itu menggambarkan seorang pemilik budak: “Dia adalah Tuhan.”
Sekarang gereja kurang tertarik pada teologi; dan secara praktis penginjilan. Ini semuanya benar-benar tentang kepentingan saya. Mereka sangat dipengaruhi oleh budaya. Gereja sering kali merupakan kumpulan orang-orang yang berpikir bahwa mereka ada di sana untuk memberi tahu Allah apa yang perlu Dia lakukan untuk mereka. Inilah pengingkaran praktis terhadap Kristus sebagai Tuhan yang berdaulat mutlak. Yesus berkata demikian: “Mengapa kalian memanggil Aku Tuhan dan tidak melakukan apa yang Aku katakan?”
Lukas 9:23 mengatakan, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya.” Anda tidak berkuasa lagi. Ambisi Anda, skema Anda, keinginan Anda, tujuan Anda, sasaran Anda, milik Anda, dan hubungan Anda semua harus dikesampingkan. Anda harus menyangkal dirimu sendiri. Ini mungkin berarti meninggalkan segalanya. Jika Anda berkata, “Engkau adalah Tuhan. Itu berarti Engkau adalah penguasa mutlak dalam hidup saya.”
Orang Kristen itu adalah budak. Kita berada dalam hubungan terbaik dari semua kemungkinan karena Anda dibeli dan dimiliki, dan dirawat, dan dilindungi, dan dipelihara, dan dihargai, dan dikasihi. Ada keamanan di dalamnya yang tidak ada di luar itu. Tetapi dalam kasus realitas spiritual, Yesus adalah Tuhan Kurios. Sebagai orang Kristen kita adalah budak, ‘doulos’. Itu tercantum 130 kali dalam Perjanjian Baru.
Tetapi saya ingin memperingatkan kalian, kalian tidak akan menemukannya. Mengapa? Karena hampir semuanya diterjemahkan dengan kata-kata yang berbeda. Mereka diterjemahkan sebagai "hamba" atau "pelayan belian". Budak adalah seseorang yang dibeli dan dimiliki, yang tidak memiliki hak pribadi, tidak memiliki kedudukan hukum, tidak dapat memiliki properti dan tanpa kebebasan. Itu sangat berbeda dengan menjadi pelayan. Pelayan itu adalah seseorang yang melayani.
Saya tidak bebas di bawah Kristus. Kebebasan saya ditentukan oleh-Nya. Tugas saya ditentukan oleh-Nya. Keyakinan saya ditentukan oleh-Nya. Kata-kata saya ditentukan oleh-Nya. Tindakan saya ditentukan oleh-Nya. Hubungan saya ditentukan oleh-Nya. Segala sesuatu dalam hidup saya ditentukan oleh-Nya. Ketika saya berkata, “Yesus adalah Tuhan,” saya telah menyerahkan ketundukan tanpa syarat pada kendali dan perintah Tuhan.
Seorang pelayan bekerja untuk seseorang, seorang budak dimiliki; dan saya dimiliki, dan begitu juga Anda jika Anda seorang Kristen. Anda dimiliki karena Anda dipilih dari pasar budak dosa, dan kemudian Anda dibeli dengan harga darah-Nya yang sangat tinggi. Itulah artinya mengikuti Kristus. Dan Anda harus melihatnya seperti itu. Apa pun yang kurang dari itu memberi Anda terlalu banyak kebebasan untuk mengendalikan hidup Anda sendiri.
Dalam 1 Korintus 6:19-20, Paulus berkata, “Kamu bukan milikmu sendiri, kamu dibeli dengan harga tinggi.” Di Kisah Para Rasul 20:28, dia berkata lagi, “jemaat Allah telah dibeli-Nya dengan darah-Nya sendiri.” Semuanya ada sepanjang Kitab Suci. 2 Petrus 2:1 mengacu pada “Tuhan yang membeli mereka.” Wahyu 5:9 mengatakan, “Kamu telah dibunuh dan dibeli untuk Allah dengan darah-Mu, orang-orang dari segala suku, bahasa, negara dan bangsa.”
Apa artinya menjadi orang Kristen? Apakah Yesus ingin datang ke dalam hidup Anda, memperbaiki segalanya, membuat Anda bahagia, dan memberikan apa yang Anda inginkan? Itulah kebohongan mutlak. Itulah yang iblis janjikan kepada manusia. Pesan salib adalah, “Yesus adalah Tuhan dan Raja; dan jika Anda ingin menerima pengampunan dosa dan keselamatan, Anda mengakui Dia sebagai Tuhan dan Anda menjadi budak-Nya.”
Anda adalah seorang budak yang menjadi seorang Anak; Dia adalah Anak yang menjadi seorang budak. Dia adalah budak Allah dalam inkarnasi-Nya. Dia menunjukkan kepada kita seperti apa perbudakan itu: “Bukan kehendak-Ku, tetapi kehendak-Mu jadilah, sampai kepada salib; jika itu berarti kematian.” Kristus menunjukkan kepada kita seperti apa perbudakan itu, dan sebagai hasilnya Filipi 2:9 mengatakan: “Allah sangat meninggikan Dia, serta mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.”
Ayat 16, “Bukan kalian yang memilih Aku,” itulah kalimat negatif tanpa keraguan. Jika Anda adalah budak Tuhan Yesus Kristus yang diangkat menjadi sahabat karib, itu bukan karena Anda memilih-Nya, itu karena Dia memilihnya. Dia berbicara kepada murid-murid-Nya, para rasul-Nya. Beberapa dari mereka mengikuti pelayanan Yohanes Pembaptis. Tetapi Yesus memilih mereka. Dan Anda dapat membaca sejarah bagaimana Dia memilih mereka.
Dan ini termasuk semua orang yang adalah budak Kristus yang telah menjadi sahabat. Setiap janji, setiap identifikasi di sini diberikan kepada setiap orang percaya sepanjang sejarah manusia. Secara khusus, dalam Yohanes 17:1-2. Nah doa-Nya pada dasarnya adalah, "Aku berdoa ini, Bapa, untuk semua orang yang akan diberikan kepada-Ku untuk menerima hidup kekal." Kita membicarakan semua orang percaya sepanjang sejarah penebusan, “Kepada semua yang akan diberikan oleh Bapa.”
Dalam Yohanes 6:37, kita membaca kata-kata yang penuh kuasa ini. Tuhan kita berkata, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku.” Kemudian Yohanes 6:44, “Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku jika tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku.” Bapa sedang menarik mereka. Mereka datang, mereka datang sepanjang seluruh sejarah penebusan. “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku.” Itulah sebutan untuk setiap orang percaya sejati di masa lalu, sekarang dan di masa depan.
Kita semua adalah hadiah kasih dari Bapa kepada Anak, saat Allah Bapa mengumpulkan pengantin itu bagi Anak-Nya untuk pernikahan besar di surga, pengantin yang akan menghormati, memuliakan, melayani Dia dan menyatakan pujian bagi-Nya selama-lamanya. Jadi Tuhan kita berdoa dalam Yohanes 17:21, untuk semua orang yang akan percaya melalui kesaksian mereka di dalam Perjanjian Baru. “Aku minta untuk semua orang yang akan percaya kepada-Ku melalui perkataan mereka agar mereka semua menjadi satu.”
Dia melihat secara kolektif semua orang yang ditebus dari segala zaman sebagai satu. Dia berdoa doa yang melihat ke depan dan merangkul semua orang yang akan diberikan Bapa kepada-Nya untuk keselamatan saat Bapa mengumpulkan pengantin untuk Anak-Nya. Anda dipilih untuk menjadi budak dan harga telah dibayar. Anda bukan hanya menjadi budak; namun, Anda telah diangkat menjadi teman, dan Anda secara khas saling mengasihi satu sama lain.
Kita adalah budak yang mematuhi Raja kita dengan sukacita dan rasa syukur. Kita adalah teman yang mengasihi Raja kita; dan juga secara khas mematuhi Raja kita, kita saling mengasihi. Itulah ayat 17. Kita dikenal karena kasih kita. Kita patuh dan kita mencintai; itulah yang kita lakukan. Begitulah cara Anda mendefinisikan siapakah kita. Kita mematuhi Allah kita yang kita kasihi, dan kita mencintai orang lain yang adalah teman budak kita.
Inilah persahabatan yang ekstrim. Lihatlah ayat 13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabatnya.” Anda berkata, “Saya teman Anda? Betulkah? Apakah kamu rela mati untukku? Inilah perbudakan ekstrim di mana kita melakukan semua yang diperintahkan komandan kita; dan kita melakukannya dengan senang hati. Inilah jenis persahabatan yang ekstrem di mana kita benar-benar rela memberikan hidup kita.
Itulah sebabnya di ayat 16 Anda membaca, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” Itulah doktrin pemilihan. Tetapi itu tidak berakhir di sana. Kemudian Dia berkata, “Aku menetapkan kamu untuk pergi dan menghasilkan buah kekal, supaya Bapa akan memberikan apa pun yang kalian minta, atas nama-Ku.” Ini adalah tugas. Dengan kata lain, Anda dipilih untuk memenuhi tugas; dan itulah tugas untuk pergi.
Hidup Anda lebih penting daripada orang yang tidak percaya mana pun di dunia, tidak peduli apa posisinya atau pencapaiannya; karena apapun yang dilakukan orang lain itu semua sementara. Hidupmu itu penting untuk selamanya. Anda menghasilkan buah yang kekal. Kita adalah orang berdosa yang tidak layak, tetapi kita telah dipilih untuk pengaruh kekal itu. Anda rela karena Dia membuat Anda rela. Anda dihidupkan secara rohani karena Dialah yang memberi Anda hidup.
1 Korintus 1:27-29, “Allah memilih hal-hal yang dianggap bodoh oleh dunia untuk mempermalukan mereka yang menganggap dirinya bijaksana. Dan Dia memilih hal-hal yang tidak berdaya untuk mempermalukan mereka yang berkuasa. 28 Allah memilih hal-hal yang dibenci oleh dunia, hal-hal yang dianggap tidak berguna sama sekali, dan menggunakannya untuk mengabaikan apa yang dianggap penting oleh dunia. 29 Akibatnya, tidak seorang pun dapat bermegah diri di hadirat Allah.”
Mengapa Allahlah yang memilih? Yah, karena tidak ada manusia yang sendirian mencari Allah. Kita tidak bisa melakukannya. Dan yang lebih penting, Dia melakukannya karena Dia adalah Allah, dan itu untuk kemuliaan-Nya. Ketika Anda ingin seseorang diselamatkan, Anda pergi ke Allah dan Anda berdoa terus menerus, “Tuhan, berikanlah kehidupan, berikanlah iman, berikanlah pertobatan; berikanlah keselamatan kepada orang ini. Tuhan, kami mohon kemurahan hati-Mu; selamatkanlah orang ini.”
Tetapi dari mana datangnya tuduhan 'tidak adil' itu? Jika Alah memilih, maka tuduhan itu pasti akan muncul. Keselamatan adalah pilihan-Nya dalam segala kepenuhannya. Dan itu tidak terlepas dari iman kita. Itu tidak terlepas dari tanggapan kita. Tetapi Dia memilih untuk membuat kita rela, dan kemudian menjadikan kita milik-Nya. Inilah doktrin yang paling menghancurkan kesombongan, yang meninggikan Allah, yang menghasilkan sukacita, dan yang memberi harapan dalam Alkitab. Marilah kita berdoa.