Yesus, sang Pendamai
Published by Stanley Pouw in 2013 · 8 December 2013
Berbagai Ayat
Iya, hari Natal sudah dekat, apakah kita semua mengerti artinya Yesus adalah Mesias? Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa Yesus adalah Domba Allah, adalah sang Mesias. Ini ungkapan yang digunakan di Perjanjian Lama dan Baru, untuk menggambarkan kedatangan Penebus kita dan Juruselamat. Pada waktu sidang sebelum Dia mati, Imam Kepala menghadap Yesus dan dia mengatakan, “katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak."
Kata “Mesias” di bahasa Ibrani adalah sama dengan kata Kristus di bahasa Yunani, konsepnya sama. Namun kata Yahudi “Mesias” berarti diminyaki dan itu membicarakan seseorang yang secara sah diurapi. Siapakah yang diurapi? Itu sesuatu upacara resmi dimana seseorang yang memenuhi peran mediasi khusus untuk Allah dilantik di dalam kerajaan teokratis Israel. Yang diurapi adalah Raja-raja, Imam-imam dan Nabi-nabi.
Mediasi berarti bertindak sebagai perantara diantara manusia dan Allah. Raja memerintah bagi Allah di antara manusia. Para nabi berbicara bagi Allah kepada manusia dan para imam memberi pengorbanan untuk membawa manusia kepada Allah. Mereka semua penengah namun penengahan mereka semua terbatas. Mereka semua berdosa. Dan janji Perjanjian Lama adalah bahwa akan datang Raja yang sempurna, Nabi yang sempurna dan Imam yang sempurna.
Dia adalah Yang diurapi, sang Penengah. Sebagai Nabi dia akan berbicara untuk Allah. Sebagai raja Dia akan memerintah bagi Allah. Dan sebagai imam, Dia akan menebus bagi Allah. Karena itu kita menamakan mereka kedudukan penengahan karena mereka berada diantara manusia dan Allah. Jadi itulah kedudukan sang Mesias. Dan sekarang pertanyaannya adalah siapakah melakukan semua itu. Siapakah orang itu?
Orang Yahudi menanyakan hal itu sepanjang sejarah mereka, sewaktu nubuatan tentang Mesias berkembang dan tercatat di Perjanjian Lama. Mereka menanyakan pertanyaan yang sama, “Tentang siapakah nabi-nabi itu berbicara?” di 1 Petrus 1:11- 12 dikatakan bahwa nabi-nabi sendiri meneliti orang seperti apa dan saat yang mana yang dimaksudkan ketika mereka menulis sambil menunggukan kedatangan Mesias.
Orang macam apakah dapat menjadi Penengah sempurna di antara Allah dan manusia? Orang itu harus menjadi Allah sepenuhnya untuk mewakili Allah, dan manusia sepenuhnya untuk mewakili manusia. Perjanjian Lama menggambarkan rincian dari orang ini, bahkan memberitahu kita tentang keturunan dan kejadian dimana orang itu akan tiba. Mesias adalah anak Abraham dalam hal keturunan dan anak Daud yang memberi-Nya hak kerajaan untuk memerintah.
Bagaimana kita dapat tahu ketika anak Daud yang benar yang juga menjadi Tuhan Daud akan tiba? Di Yesaya 7:14 kita baca tentang janji kenabian Allah, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda,” Bagaimana? “Sesungguhnya, seorang perawan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.”
Kita semua tahu ini karena di Matius 1:21-23 dikatakan, “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.”
Ini belum pernah terjadi di dalam sejarah manusia, kelahiran Kristus, dan tidak pernah terjadi lagi sejak kelahiran Kristus. Dan ketika Dia lahir Dia adalah anak Daud namun Dia juga Tuhan Daud. Dia adalah anak Maria namun Dia juga Tuhan dan Jururselamat Maria. Dia adalah anak Abraham, namun Dia mengatakan di Yohanes 8:58, “Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Dia adalah Imanuel. Ini adalah Tuhan Yesus Kristus.
Apakah Dia lakukan untuk bertindak sebagai perantara? Malaikat mengatakan bahwa nama-Nya adalah Yesus, “Yehuwa menyelamatkan,” karena Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Dia datang untuk menebus umat-Nya. Dia adalah Penebus penengah yang diurapi. Dia akan memberi pengorbanan yang menebuskan dan Dia akan mengumpulkan kedalam Kerajaan Kekal-Nya semua yang menjadi milik-Nya. Namun apakah Dia lakukan untuk mendamaikan pendosa-pendosa?
Yesus datang untuk membawa Firman Allah dan untuk memerintah sebagai Allah. Namun Dia tidak dapat memerintah mereka kecuali mereka telah didamaikan. Jadi tugas utama-Nya adalah pelayanan pendamaian. Yesus mengatakan di Lukas 19:10, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Pelayanan-Nya adalah pelayanan penyelamatan. Dan mereka yang telah didamaikan akan menerima pengertian penuh dari wahyu-Nya.
Jadi meskipun Dia adalah raja dan nabi yang sempurna, misi-Nya haruslah sebagai imam, Dia harus memberi kepada Allah Bapa suatu pengorbanan untuk dosa yang dapat diterima. Dan tidak ada binatang yang telah dikorbankan sepanjang sejarah, sampai kembali kepada Kejadian 4, yang dapat menyelamatkan atau menebus seseorang. Tidak ada satupun yang dapat mendamaikan seorang pendosa dengan Allah. Mereka hanya dapat menunjuk kepada Yang dapat mempersembahkan korban yang penuh dan final.
Yang dilakukan para nabi di Bait Suci adalah membawa korban orang-orang kepada Allah dan memohon pengampunan kepada Allah bagi orang-orang yang benar-benar menyesal. Namun semua pengorbanan itu tidak menghilangkan dosa mereka. Mereka hanya melambangkan satu-satunya pengorbanan akhir yang benar yang dapat menghilangkan dosa dan yang memang mengampuni dosa mereka.
Yesus bukan saja nabi yang mempersembahkan korban itu, namun Dia sendiri juga menjadi korbannya. Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka dengan mempersembahkan diri-Nya kepada Allah sebagai korban. Perjanjian Lama sudah mengharapkan itu dengan jelas. Di Kejadian 22 kita melihat Abraham membawa Ishak ke gunung dan Allah mengatakan kepadanya, “Ambillah Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran.”
Semua yang dijanjikan Abraham terletak di dalam kehidupan Ishak akan tetapi Allah memerintahkan Abraham untuk membunuh Ishak. Namun saat Abraham yang taat pergi kesana dengan kepercayaan bahwa dia harus mempersembahkan Ishak, Tuhan menyediakan baginya di Kejadian 22:13, “seekor domba jantan yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.” Disini terdapat penebusan dosa pertama yang digambarkan dengan jelas dan grafis.
Dengarkanlah Imamat 17:11, “Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.” Pendamaian ada di dalam darah, di dalam kematian binatang sebagai pengganti. Namun darah lembu dan kambing tidak dapat menghilangkan dosa, itu di jelaskan di Perjanjian Baru. Bahkan Allah mengutuk persembahan jika hati Anda tidak benar.
Perjanjian Lama mengantisipasi bahwa keselamatan akan datang melalui persembahan pengganti yang ditawarkan kepada Allah sebagai penebusan. Yesaya 53:4-10 mengatakan, “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. 6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.”
“7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. 8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. 9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. 10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
Jadi rekonsiliasi datang oleh penebusan penggantian dari pengorbanan akhir yang diterima. Dan karena itu Yohanes Pembaptis menamakan Yesus Domba Allah. Setiap orang membawa dombanya dan Allah juga memiliki Domba, domba-domba yang dibawa orang-orang tidak dapat menghilangkan dosa, namun domba Allah saja yang sangggup.
Di Ibrani 9:11 dikatakan, “Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar,” jadi Dia adalah Imam akhir yang diurapi, “untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, 12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat penebusan yang kekal.”
Ini benar-benar perlu. Ayat 13-14 berikutnya mengatakan, “Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, 14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.”
Ibrani 9:15, “Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.” Dengan kata lain, kematian Kristus adalah pengorbanan yang menyelamatkan orang yang hidup sebelum Kristus, dan juga mereka yang hidup sesudah Kristus, keselamatan semata-mata dan hanya bergantung kepada pengorbanan-Nya.
Mengapa Yesus harus mati di kayu salib? Meskipun sudah jelas Allah mengharuskan adanya pengorbanan, mengapa orang Yahudi tidak percaya hal itu? Karena orang- orang pendosa ingin percaya bahwa mereka memiliki di dalam dirinya kebaikan yang dapat memuaskan Allah. Dan setiap macam agama di dunia ini percaya kepada pekerjaan dan usaha manusia kecuali Kekristenan dan Injil.
Hukum Taurat adalah suci dan baik, seperti digambarkan dalam hukum-hukum Musa yang diberi kepada Musa di Keluaran 20. Itu adalah Hukum Allah. Itu mencerminkan sifat Allah. Itu kudus, adil dan baik. Namun tidak ada seorangpun yang dapat keselamatan dengan mengikuti Hukum Taurat. Mengapa? Lihatlah Galatia 3:10, “Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk.”
Ulangan 27 mengatakan bahwa jika Anda tidak mengikuti Hukum Taurat itu dengan sempurna, Anda terkutuk. Orang Yahudi percaya bahwa mereka sanggup, sama seperti setiap agama lain. Namun Hukum Taurat itu menuntut hidup yang sempurna. Dan Hukum Taurat itu menolak maksud baik dan motivasi mulia. Hukum Taurat tidak mau menerima usaha baik. Dan hukum itu juga tidak pernah berhenti. Tidak ada hari off, tidak ada. Anda harus hidup sempurna setiap hari, setiap saat tanpa perubahan.
Dan Hukum Taurat menuntut hukuman yang paling berat. Anda terkutuk, menuju kepada maut, secara fisik, spiritual dan kekal. Dan hukum Taurat tidak ada kuasa untuk menolong Anda. Hukum tidak memberikan Anda kemungkinan kedua. Hukum Taurat tidak menyeimbangkan kebaikan dengan keburukan. Karena itu Hukum Taurat tidak memberi harapan untuk pengampunan dosa, tanpa harapan untuk pemulihan. Bahkan Hukum itu membangkitkan dosa.
Galatia 3:13, salah satu ayat besar di Alkitab mengatakan, “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat.” Bagaimana caranya? “Dengan jalan menjadi kutuk karena kita.” Itu penebusan dosa oleh orang lain. Dia menjadi pengganti kita. Dia bukan saja imam yang memberi persembahan, Dia malah menjadi korban sendiri.
Manusia dibenarkan, kata Roma 3:28, oleh iman kepada Kristus. Itu menjadi tema Injil Perjanjian Baru. Itulah misi Mesias. Setiap pengertian Kristus yang berbeda tidak akan menyelamatkan, dan tidak sanggup menyelamatkan. Kita harus mengerti bahwa kita telah ditebus. Petrus mengatakan di 1 Petrus 1:18-19, “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”
2 Korintus 5:18-21, “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. 19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. 20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. 21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Apakah yang kita harus lakukan di dunia ini? Kita memberitakan kepada orang-orang bahwa mereka dapat didamaikan dengan Allah. Itulah berita kita. Jadi kita memiliki pelayanan di dunia ini dan pelayanan itu digenapi saat kita memberitakan pesan pendamaian itu. Allah mendamaikan pendosa-pendosa dengan diri-Nya melalui Kristus, ayat 18, melalui Mesias-Nya. Bagaimana caranya? Dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka.
Bagaimana Allah dapat menghilangkan pelanggaran pendosa yang bersalah? Setiap dosa yang pernah dilakukan dalam sejarah dunia akan dihukum, setiap dosa. Penghakiman ilahi menuntutnya. Jadi bagaimana Allah dapat menghukum setiap dosa yang dilakukan setiap orang dan tetap menyelamatkan orang? Dia harus menghukum orang lain untuk dosa-dosa mereka. Dan itulah yang dilakukan Allah ketika Dia menghukum Kristus sebagai Domba-Nya.
Caranya untuk mengerti hal ini adalah di kayu salib Allah memperlakukan Yesus sebagai pendosa supaya Dia dapat memperlakukan Anda sebagai orang kudus. Dia kayu salib, Allah memperlakukan Yesus seolah-olah Dia hidup kehidupan Anda supaya Dia dapat memperlakukan Anda seolah-olah Anda hidup kehidupan Yesus. Dan Dia harus hidup kehidupan sempurna dan juga mati sebagai kematian pengganti. Jika Dia tidak hidup sempurna, Dia tidak bisa mati sebagai domba Allah tanpa cacat.
Allah dengan adil memperhitungkan dosa Adam kepada seluruh umat manusia karena seluruh umat manusia diwakili Adam. Demikan juga Dia dengan adil memperhitungkan ketaatan Kristus kepada semua orang yang percaya kepada Dia. Ketidaktaatan Adam bukan saja di Adam saja, itu menular kepada semua orang yang berada di dalam Adam. Demikan juga ketaatan Kristus bukan saja berdiam di Kristus saja, itu menular kepada semua yang berada di dalam Kristus.
Bagaimana Allah menegaskan bahwa Kristus itu sempurna? Dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati. Roma 1:4 mengatakan, “dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.” Kebangkitan itu menegaskan identitas Mesias, penebusan-Nya, peninggian-Nya, otoritas-Nya dan syafaat-Nya bagi kita di surga semua menegaskan kesempurnaan dari kematian penggantian-Nya yang adalah batu penjuru kehidupan yang sempurna.
Jadi marilah kita memeriksa apa yang dikatakan di Perjanjian Lama khususnya tentang sang Mesias. Apakah Dia orang Yahudi? Apakah Dia keturunan langsung dari Daud? Pelayanan umum siapakah mulai 483 tahun setelah penahanan Yahudi di Babel? Apakah Dia lahir di Bethlehem? Apakah Dia lahir dari seorang perawan? Apakah Dia klaim Dia adalah Anak Allah? Apakah kedatangan-Nya didahului utusan kuat yang memberitakan pertobatan? Apakah Dia terkenal untuk kebijaksanaan-Nya, ajaran-Nya, kuasa-Nya dan kebenaran-Nya? Apakah Dia melakukan mujizat-mujizat? Siapakah masuk Yerusalem diatas keledai sedang diproklamirkan raja? Siapakah dicambuk, dipukul, diludahi, dibenci, dihina, disiksa dan dibunuh? Siapakah ditusuk dan disalibkan? Bukankah Dia disamakan dengan orang kriminal? Apakah Dia mati untuk orang berdosa? Siapakah dimakamkan di kuburan orang kaya? Pakaian siapakah dibagi-bagikan dengan undian? Siapakah bangkit dari antara orang mati dan menjadi keselamatan dunia?
Di Yohanes 10:24, “Orang Yahudi mengelilingi Yesus dan mengatakan kepada-Nya, “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” 25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan- pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku.” Yesus adalah Allah dan membuktikan itu berkali-kali dan buktinya masih ada sekarang juga. Marilah kita berdoa.